Welcome text

Kamis, 31 Oktober 2013


POSTING BULAN BAHASA

Bulan Bahasa dan Sastra

Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki keragaman etnik dan budaya. Salah satu di antaranya adalah keragaman bahasa dan sastra. Keragaman bahasa dan sastra di Indonesia menjadi kekayaan yang tidak ternilai harganya. Peta Bahasa Negara Kesatuan Republik Indonesia (2008) telah mengidentifikasi 442 bahasa daerah di Indonesia. Bertolak dari keragaman itu, bangsa Indonesia menjadi lebih paham akan arti persatuan. Meskipun beragam latar bahasanya, bangsa Indonesia terhubung melalui bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia. Meskipun penggunaan bahasa Indonesia cenderung tergusur oleh pemakaian bahasa asing, bahasa Indonesia masih tetap memegang fungsinya sebagai sarana komunikasi yang menyatukan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, pengutamaan bahasa Indonesia sebagai identitas nasional bukan hanya tugas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB), melainkan  juga tugas seluruh rakyat Indonesia. Kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra yang diselenggarakan setiap tahun adalah upaya BPPB untuk membina dan mengembangkan bahasa dan sastra Indonesia, serta bertekad memelihara semangat dan meningkatkan peran serta masyarakat luas dalam menangani masalah bahasa dan sastra itu.
Kegiatan yang dilaksanakan dalam acara Bulan Bahasa dan Sastra terdiri dari beberapa kegiatan. Ada kegiatan yang diadakan sebagai ajang berkarya atau berekspresi, ada kegiatan yang diadakan sebagai ajang peningkatan kualitas berbahasa Indonesia, dan ada kegiatan yang diadakan sebagai ajang perlombaan.


Dan disetiap tahunnya SMA Negeri 1 Belitang selalu mengadakan lomba seperti:
1. Lawak
2. MC Resmi
3. Pidatu meniru tokoh
4. Ranking satu
5. Tutur cerita rakyat







 

Jumat, 18 Oktober 2013

Bagaimana Terjadinya Gelombang Tsunami


Tsunami adalah gelombang laut berskala besar yang disebabkan oleh pergerakan tiba-tiba dari lantai samudera. Pergerakan tiba-tiba ini dapat berupa gempabumi, letusan gunngapi yang sangat besar, atau adanya longsoran bawahlaut. Benturan meteorit juga dapat menyebabkan tsunami. Gelombang tsunami merambat di laut terbuka dengan sangat cepat dan membentuk gelombang besar ketika memdekati pantai / laut dangkal.
Zona penunjaman dan area gesekan antara dua lempeng
Zona penunjaman merupakan area yang potensial bagi bencana tsunami. Karena di zona ini akan banyak sekali dijumpai titik-titik pusat gempa dan rangkaian jalur gunungapi. Lebih jelasnya tentang gempa dan gunungapi ini, khususnya di Indoensia, dapat dilihat pada uraian terdahulu, “Tektonik Indonesia: Kondisi dan Potensinya”. Sedangkan bagaimana proses penunjaman itu berlangsung dapat dilihat pada postingan “Animasi Mekanisme Penunjaman Kerak Samudera”.

Sebagian besar tsunami disebabkan oleh gempa bumi pada zona penunjaman, area dimana lempeng samudera berbenturan dan menunjam di bawah lempeng benua. Gesekan antara dua lempeng ini mengakumulasikan energi yang sangat besar yang sewaktu-waktu dapat dilepaskan secara tiba-tiba sebagai gempa bumi.
Akumulasi energi yang menyebabkan penekukan perlahan pada lempeng benua
Energi yang terakumulasi ini secara perlahan menyebabkan penekukan perlahan pada kerak benua. Meskipun kita yang tinggal di atasnya tidak akan merasakan penekukan tersebut. Akumulasi energi ini serupa dengan energi yang tersimpan kalau kita menekan sebuah pegas atau membengkokan batang rotan. Saat tekanan kita lepaskan, energi pada pegas atau rotan akan dilepaskan untuk mengembalikannya ke bentuk semula. Akumulasi energi pada lempeng benua ini dapat berlangsung dalam jangka waktu yang sangat lama, puluhan tahun atau bahkan abad.
Akumulasi energi mencapai titik jenuh dan menyebabkan gempa bumi serta memulai tsunami
Nah, kalau energi ini sudah mencapai titik jenuhnya, yaitu saat akumulasinya telah melampaui tekanan akibat gesekan lempeng samudera, akumulasi energi ini akan terlepaskan sebagai gempa bumi. Pergerakan tiba-tiba ini mengharuskan sejumlah besar massa air di atasnya harus segera berpindah tempat, kena gusur dan terpaksa mencari tempat menjauh dari titik pusat gempa. Kalau bebetulan di sekitarnya ada daratan, ya mereka rame-rame pindah ke daratan. Menyapu semua yang ada di atasnya, seperti yang terjadi di Aceh (2004).
Gelombang tsunami bergerak menjauhi titik pusat gempa
Tidak semua gempa bumi dapat mengakibatkan tsunami. Agar dapat terjadi tsunami, syaratnya antara lain; Titik pusat gempanya di laut, magnitude-nya besar (sekurang-kurangnya 6.5 skala Richter), terjadi pensesaran dip-slip, dan hiposentrum dangkal (kurang dari kedalaman 30 km).
Tsunami dapat melintasi samudera dengan sangat cepat, gambar di bawah ini menunjukkan bagaimana tsunami yang terjadi di pantai Chile, tahun 1960, melintasi Samudera Pasifik dan tiba di Hawaii hanya sekitar 15 jam dan Jepang dalam waktu kurang dari 24 jam.
Tsunami melintasi Samudera Pasifik
Letusan gunungapi dalam skala sangat besar juga dapat menyebabkan tsunami. Salah satu contoh yang melegenda tentunya letusan Gunung Krakatau di Selat Sunda. Hal ini terjadi karena letusan tersebut menghancurkan dan mengangkat seluruh tubuh gunungapi ke udara, kemudian dihempaskan kembali ke lautan. Lebih jelasnya tentang letusan Gunung Krakatau dapat dibaca pada tulisan pak Awang Satyana yang sempat saya posting sebelumnya, “Krakatau 1883: Lethal Tsunami”.

 http://yudi81.wordpress.com/2010/06/27/bagaimana-terjadinya-gelombang-tsunami/

posting pertama

Rabu, 02 Oktober 2013

Selamat Datang di Blog saya
Nama : Aji Ardiansyah
Kelas : XI IPA 3
No. Absen : 02
Email : ajiardiansyah.xia3@gmail.com
Sukses Selalu